Assalamualaikum.
I'm gonna make it a kiss (keep it simple and short) and insyaAllah bermanfaat.
I remember the first time i started pakai tudung. Masa tu Form 1, lepas baligh. First time pakai, i don't remember that feeling much, sebab dah lama. But I wear it because i know lepas baligh, memang wajib pakai tudung. My mom said to me and my sister did that, and guess maybe i pun kena follow. Dulu tak banyak sangat penekanan pasal hijab. What i know is that i have to wear it. I have to walaupun tak suka. Masa dulu-dulu bila baru nak masuk dunia remaja, i don't really take hijab seriously. I mean, i do wear tudung, but my other outfit does not covered me properly. I wear tudung, but not hijab. You get what i mean right. I feel like tudung is just a matter of covering your hair only. That's it. But I forgot about my 'other' part. I think that it is much revealing to show your body than to reveal your hair (but still you have to wear hijab okey darling :) )..
There are times when i feel jealous to see beautiful chicks showing off their flocks of hair because i know i can be that beautiful too ( PANG sikit muka. kbye) but then again, i restrict myself saying no, pakai tudung is much better. Keep it for your 'halal'.
There are times where hijab has been raise as a fashion statement. Banyak org bertudung ni keluarkan statement;
"Even bertudung pun boleh bergaya"
they came out with a lot of hijab style. Ada yang style loose,berbelit lah,berbalutlah.. whatever it is lah asalkan ada tudung.
and they call themselve "hijabista"
menipu sangatlah kalau aku tak terikut kalau dah siap tonton tutorial dekat you tube. Perempuan. memang suka nampak cantik.
I do wear loose style hijab back then. Bila jalan keluar dengan kawan rasa macam cool sebab "in-trend" (kasi calar tangan sikit). Then, tak puas lagi, lagi banyak style pulak yang nak cuba.
I'm not saying it is not good. It is good sebab you cover yourself. But,then where is your intention darling? Pakai sebab nak nampak hebat? I reflect back a lot until now.
Fashion is fun to follow, tapi lama-kelamaan boleh bagi hilang fokus. you sibuk nak tiru orang cantik pakai tudung whatsoever until you forgot what is the purpose of you wearing it.
You wear it because you are proud of being a muslim.
'i reflect it a lot until now' (kasi PANG kat muka bertalu-talu)
Nowadays we can see a lot of people pakai tudung,even selebriti. Tapi tak ramai yang masih lagi berhijab secara betul, yes i remind this to myself too.
Berhijab is when you cover your aurat. Tudung baru cover rambut. Aurat kena jaga sebab benda tu aib dan boleh bawa fitnah. Allah dah jaga aib kita tapi kita pula pergi buka pekung.
We see 'this and this' celebrity wears hijab and it looks beautiful and we start to follow them.
or maybe, someone said to you, you look beautiful in hijab.
Darling bring back the upmost intention. It's all because of Allah.
We all know, kita ni produk islam, show it. Be proud of it.
You don't go and wear hijab and said because my boyfriend ask me to wear it.
seriously -_- .
Bring back the upmost intention of wearing hijab. It's not because you want to look stylish or beautiful. It is because you know how to appreciate yourself and you know Allah loves you. And that Allah wants to protect you and see you in Jannah. That is why Allah ask you to wear hijab. All because of love. His love.
and i know i'm not perfect and sometimes seeing " geng budak tudung labuh " makes me feel really humble. All the time.
i need to remind myself a lot too yang perempuan yang tidak bertudung ni pun kadang2 lebih baik. Maybe pengharapan dia pada Allah lebih dalam berbanding kita atau boleh jadi, setiap saat dia keluar tidak menutup aurat, dia merasakan seperti jilatan api ,cuma dia perlukan sedikit semangat untuk berhijab. We never know. And that if you are one of it, pakailah. Simpy because Allah loves you. Appreciate His love okey darling. :)
Please don't go and say, tak sampai seru. Hidayah tak perlu seru, dia perlukan kefahaman. Kalau kita boleh pulun nak faham lagu Korea, maybe we can try to understand what is the reason for Allah asking us to cover our aurat?
and don't ever think that "ada je budak pakai tudung yang jahat". Nauzubillah. So better you tak payah pergi buat Haji sebab ada je org yg tunaikan haji yang tak dapat hidayah.
So, you shouldn't say that. Ever .
“Your body is sacred. You’re far more precious than diamonds and pearls, and you should be covered too.”
And bear in mind that.
"Hijab is not a fashion statement, but a religion statement. "
I strongly remind that what i wrote , please don't judge me. All this looking good coming from me because of my deen, not because of me dan sebab Allah tutup aib saya. and i'm still in learning process.
peace.
Saturday, 10 May 2014
Monday, 21 April 2014
5 Things I Would Like To Tell My Future Love
1. Go on as many adventures as possible.
I hope you’re going everywhere and doing everything. Hang out with your friends. Travel a lot. See as much of the world as possible. Try as many exotic foods as you can. Climb mountains. Join Fun Runs. Go diving and skydiving. Explore this beautiful world. I hope you’re starting to check off items on your bucket list because one day, when we’re finally together, I would like to hear all about it. One day you will share all those stories with me, and maybe we’ll try to do them together too.
2. Find yourself.
I hope you’re taking time to get to know yourself. Take time analyzing what you really want to do in life. Love yourself and be strong for yourself. Some people enjoy being needed but I what I like is to be wanted. You are your own person and I hope you know that you don’t need anyone to complete you. One day we will be there for each other not because we can’t live without each other but because life is much more colorful when we’re together.
3. Live your life.
I hope you’re taking risks. I hope you’re not hiding under the covers to make as few mistakes as possible. Go out and make good and bad decisions. Do not be afraid of pain or failures. They are there to make you appreciate the good things. I hope you’re as in love with life as I am. Enjoy the sweetness and bitterness of this roller coaster ride. Life is short and I don’t want you missing out on anything.
4. Take good care of yourself.
I hope you’re keeping yourself healthy and fit. Eat vegetables. Eat fruits. Hydrate. Get as much sleep as you can — more than you think you need. Exercise. Do all these for yourself and for me, and for our future kids. One day when we’re already both wrinkly, we will enjoy the senior citizen benefits together. We will play bingo and have weekly brunch with all of our children and their children. Take good care of yourself because I would like to grow old with you.
5. Pray for us.
I hope you’re praying with me every night before sleeping. I hope you’re praying for me as much as I am praying for you. Pray that we may meet. In the right place. In the right time. Because I’m hoping and praying for the same thing, too.
#cp
somehow it takes only the right person to relay this.
somehow it takes only the right person to relay this.
Sunday, 2 March 2014
kerana dirimu begitu berharga
Sejak kebelakangan ini, saya seringkali mendengar dan terbaca artikel tentang teguran terhadap para da’ie agar tidak menghukum dan memandang serong kepada muslimah yang tidak berhijab dengan hujah bahawa mereka ini (iaitu muslimah yang tidak menutup aurat) masih belum mendapat hidayah Allah dan belum ada kekuatan untuk berhijab. Mereka juga mengatakan golongan muslimah yang tidak berhijab ini jika satu hari telah mendapat hidayah dan bertaubat dengan taubat yang murni, mereka ini jauh lebih baik dan lebih mulia. Maka dicananglah kisah seorang pelacur yang dapat memasuki syurga kerana telah memberikan minuman kepada seekor anjing.
Dari satu sisi, saya bersetuju dengan pendapat si ‘penulis’ tentang isu ini. Soal hidayah adalah hak mutlak Allah. DIA berhak berikan kepada sesiapa saja hambaNYA di dunia ini. Kita hanya membenci dosa yang dilakukan, tapi bukan benci kepada si pelaku dosa. Namun jauh disudut hati, saya risau sekiranya penulisan seperti itu menjadi ‘tiket’ kepada para wanita muslim yang masih belum bertudung di luar sana untuk terus-terusan dengan dosa membuka aurat.
Kenapa perlu tangguh?
Perintah menutup aurat adalah perintah ALLAH. Siapa ALLAH? Allah adalah tuhan yang menciptakan segala sesuatu baik yang ada di langit mahupun yang ada di bumi. Seluruh makhluk bertasbih dan memuji kebesaran zat Allah. Setiap perintah Allah wajib kita patuh, tunduk dan taat. Siapalah kita untuk ingkar terhadap perintah Allah, sedangkan apapun yang kita miliki hari ini termasuk jasad kita adalah milik Allah? Tidak ada hatta sebesar zarah milik kita. Jadi mengapa perlu ingkar? Mengapa perlu bertangguh-tangguh dalam mentaati perintahNYA? Analoginya mudah. Jika kita berkerja dalam sebuah syarikat, pasti kita akan tunduk dan patuh pada peraturan serta arahan dari majikan kita, bukan? Kalau kita ingkar, kita akan dibuang kerja dan hilang punca pendapatan. Nah, begitulah juga kita dengan Allah. Ingkar arahan Allah, bererti kita menzalimi diri sendiri dan hilanglah keberkatan dalam hidup kita. Maka saudariku, ayuhlah. Jangan bertangguh dalam menyahut seruan menutup aurat. Hukum menutup aurat bukan perkara furu’. Tiada perselisihan di kalangan ulama tentang soal aurat baik lelaki atau wanita. Jangan kata tunggu dulu, mulakan sekarang. Takut kita tidak punya banyak masa untuk terus bertangguh.Ingat, ajal kita juga tidak bertangguh!
Kekuatan bukan ditunggu, RAIH!!
Kemudian lagi, terdengar suara-suara yang merintih, saya belum ada kekuatan untuk menutup aurat. Saya belum bersedia untuk menutup aurat. Hati saya belum terbuka dan pelbagai lagi. Secara peribadi, saya melihat ini semua sebagai alasan dan hasutan iblis untuk terus memberi alasan untuk tidak menutup aurat dan tunduk pada perintah Allah. Saudariku, kekuatan untuk menutup aurat bukanlah ditunggu. Bila kita faham bahawa hukum menutup aurat itu wajib, ketahuilah bahawa kefahaman itu juga adalah hidayah Allah. Maka bertindaklah dan mulakan langkah pertama. Tidak perlu istikharah, tidak perlu mohon petunjuk Allah. Anda hanya perlu tekadkan keyakinan dan kuatkan iman. Tidak rugi kita untuk akur pada perintah Allah. DIA yang menciptakan kita, DIA jualah yg tahu segala yang terbaik untuk kita. Tidak masuk akal, Allah SWT dengan segala sifatNYA yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang sengaja untuk menzalimi dan menyusahkan hamba-hambaNYA. Bahkan, Allah SWT ingin memberikan kita lebih banyak kemudahan dan kesenangan di akhirat nanti. Jangan ragu wahai saudariku. Iblis pasti tetap membisikkan perkara yang bukan-bukan untuk menakut-nakutkan kita. Tinggalkan mereka, berhijablah. Biarkan iblis dan konco-konconya menangis meraung kerana usahanya tidak berjaya mengheret kita masuk ke neraka. Raihlah kekuatan itu dan dalam masa yang sama kita juga meraih cinta Kekasih agung kita. Bukankah itu lebih bernilai dari harta seluruh dunia?
Jadilah Muslim Yang Berkualiti
Seperkara lagi yang ingin saya sentuh, tentang fesyen bertudung yang semakin berkembang di kalangan masyarakat kita. Saya berlapang dada. Islam bukan anti fesyen. Islam anti dedah aurat dalam berfesyen. Itu kata-kata yang saya ingat selepas menghadiri forum Ustazah Fatimah Syarha. Islam tidak melarang umatnya untuk kelihatan cantik, tetapi haruslah dalam batas syariat. Apapun jenis dan fesyen tudung yang kita pakai, itu pilihan kita dan dibenarkan selagi ia tidak melanggar batas yang telah digariskan. Tidak semestinya berhijab itu dengan mengenakan tudung labuh semata-mata. Asalkan tudung yang dipakai itu menutup dada, tidak nipis, tidak bersanggul tinggi-tinggi dan dipakai bersama dengan baju yang longgar, maka itu sudah mencukupi dalam konteks menutup aurat dengan sempurna. Janganlah imej bertudung itu dirosakkan dengan fesyen yang melampaui batas. Jadilah muslim yang membawa imej Islam yang sebenarnya. Ikutlah neraca dan piawaian Allah, nescaya hati akan tenang dan lapang. Jangan jadi mangsa fesyen sehingga kita sanggup menggadaikan maruah dan imej Islam.
Kesimpulan.
Setiap kita mungkin mempunyai pandangan dan pendekatan yang berbeza dalam mendepani muslimah-muslimah yang masih tidak bertudung. Ada yang tegas dan ada juga yang berlembut. Walauapapun cara kita, matlamat kita tetap sama iaitu untuk menarik lebih ramai tangan-tangan saudara seakidah kita untuk sama-sama melangkah ke syurga Allah. Syurga Allah itu sangatlah luas. Jangan pernah bermimpi untuk masuk ke Jannah seorang diri. Masuklah bersama dengan orang-orang yang kita sayang agar kebahagiaan dan kenikmatan itu dapat kita rasai bersama. Syurga bukan milik kita, ia milik hamba-hamba Allah yang bertakwa. Ayuh masuk syurga.
penulis : Saif Ad-Deen
Wednesday, 8 January 2014
jatuh dan bangunlah kembali.
Siapakah yang dirinya tidak pernah jatuh dalam dosa?
Semua di antara kita pernah jatuh di dalam dosa. Tidak ada yang maksum antara kita melainkan Nabi-nabi dan Rasul-rasul yang diutus oleh Allah sahaja.
Kita? Semua kita pernah berdosa. Baik kita adalah seorang ulama’, seorang guru, seorang syeikh atau siapa saja kita ini, kita pasti pernah tersilap dan melakukan dosa. Kita tidak suci.
Namun, walau sebesar apapun dosa yang kita lakukan, kalau kita ingin kembali dan bersihkan diri kita, maka Allah tidak pernah melihat siapa kita, kedudukan apa kita, keturunan mana kita atau siapa jua kita.
Kalau kita benar-benar ingin kembali dan bersihkan diri, maka kembalilah dan janganlah ditangguh-tangguhkan lagi.
Berkali-kali Taubat, Adakah Saya Mempermainkan Allah?
Kita ini manusia. Itu perlu diakui. Ada masa-masa kita kuat, ada masa-masa kita lemah. Iman kita ada pasang surutnya, ada turun naiknya. Mungkin bila kita terasa diri kita kuat, maka kita dapat melakukan kebaikan lebih banyak dari biasa. Tetapi, bila kita mula jatuh dalam kelemahan, kita terasa begitu susah sekali untuk melakukan walau satu kebaikan.
Bahkan, kita terasa lebih mudah pula terdorong untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Bukanlah itu keinginan dan kemahuan kita. Jauh di dalam hati kita, kita sebenarnya tidak mahu dan tidak rela untuk melakukan dosa dan kemaksiatan itu.
Tetapi, seringkali, iman kita tertewas dengan nafsu dan pujukan syaitan menyebabkan kita terjatuh dan terjerumus dalam dosa.
Kita tahu kita telah tersilap dan mahu berubah, maka kita bangun dan bertaubat. Kita bersihkan diri, kita istighfar dan minta keampunan dari Allah, di tengah keseorang kita mengalirkan air mata menangisi kesilapan kita kerana telah menjerumuskan diri dalam dosa. Jauh di sudut hati kita berbicara, kita bukanlah sengaja mahu melakukannya. Tetapi, seringkali jiwa kita kalah dengan godaan-godaan dunia menyebabkan kita tidak mampu melawan dan akhirnya kita terjatuh sekali lagi ke dalam lubang kebinasaan.
Kita bertaubat lagi, tetapi untuk kali kedua dan kali yang seterusnya, kita terasa seperti mempermainkan Allah. Kita rasa seolah-olah kita telah mengambil kesempatan terhadap peluang kehidupan dan peluang taubat yang disediakan oleh Allah s.w.t. dengan menggunakannya untuk melakukan kejahatan dan kemaksiatan sekali lagi.
Kadang, rintihan kita terasa tawar rasanya kerana kita seolah-olah merasakan sudah kehilangan keikhlasan dan seperti mempermainkan Allah.
Tetapi, sebenarnya tidaklah begitu.
Bagi Hamba-Nya Itu Ada Tuhan Yang Akan Mengampunkan Dosanya
Apakah kita sedang mempermainkan Allah?
Kita buat dosa, kemudian kita bertaubat. Selepas itu, kita buat lagi dan bertaubat lagi. Kita ulang lagi, dan bertaubat lagi. Tidakkah itu mempermainkan peluang yang diberikan oleh Allah s.w.t?
Allah s.w.t. ini tidaklah seperti yang kita rasakan. Rahmat dan kasih-Nya itu sangatlah luas. Tidak tertanding oleh apapun. Dalam satu hadis Nabi s.a.w. yang panjang, Nabi s.a.w. telah bersabda yang bermaksud :
Seorang telah melakukan satu dosa, lalu dia berkata: Wahai Tuhanku ampunilah dosaku. Lalu Allah azza wa jalla berfirman: Hamba-Ku melakukan dosa dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya – dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Kemudian dia kembali melakukan dosa yang lain, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya Tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya-dalam riwayat yang lain ditambah: Aku ampunkan dosanya. Lalu dia melakukan dosa sekali lagi, dia berkata: Wahai Tuhanku aku telah melakukan dosa ampunilah dosaku. Lalu Allah berfirman: Hamba-Ku melakukan dan dia mengetahui bahawa baginya tuhan yang boleh mengampun dan menghukumnya, maka aku ampunkan hamba-Ku in, buatlah apa yang kau mahu Aku ampunkan engkau.
[Riwayat al-Bukhari dan Muslim]
Allah itu tidak zalim kepada hamba-Nya. Selagi mana hamba-Nya itu ingin kembali kepada-Nya, maka Dia sentiasa membukakan jalan untuk hamba-Nya. Dia tidak pernah menilai kita ini keturunan apa, bangsa mana, apa kedudukan kita di dalam masyarakat, kita pemimpin atau rakyat jalanan, Allah tetap bersedia menerima diri kita bila-bila masa juga asalkan kita benar-benar ikhlas untuk pulang kepada-Nya.
Katakanlah, Allah Sentiasa Memandangmu
Seringkali, rahmat Allah disempitkan oleh manusia-manusia tertentu yang merasakan dirinya lebih hebat dari Tuhan.
“Ala, tak gunalah kau bertaubat.”
“Kau dah buat jahat sampai macam ni sekali. Kemudian kau harap Allah akan ampunkan kau? Jangan mimpilah !”
“Orang macam kau ni, tak layak pun diampunkan !”
Janganlah menyempitkan dada manusia terhadap rahmat dan kasih sayang Allah. Sungguh Allah tidak pernah zalim seperti itu. Allah sentiasa membukakan pintu taubat dan rahmatnya kepada mana-mana jua manusia yang berdosa asalkan manusia itu bertaubat dan membersihkan dirinya dengan bersungguh-sungguh.
Firman Allah s.w.t. dalam surah Az-Zumar ayat 53 yang bermaksud :
“Katakanlah : Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa, sesungguhnya Dialah jua yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.”
Layanlah pendosa seperti mana kita melayan manusia lain juga. Layanlah dia dengan kasih sayang, agar dia nanti melihat bahawa masih ada ruang untuk dia di sisi Allah. Janganlah dengan sebab layanan buruk kita dan hukuman yang kita berikan, menyebabkan dia semakin bergerak menjauhi Allah s.w.t.
Penutup : Bangunlah Meski Berkali-kali Jatuh
Allah tahu segala apa yang ada di jiwa kita. Allah tahu kalau kita ini benar-benar ikhlas ingin membersihkan diri kita, ingin kembali kepada-Nya, maka Allah akan sentiasa ada untuk menyambut kita.
Tinggal lagi, kita sahaja yang ingin bersungguh-sungguh atau tidak.
Betapa luasnya rahmat Allah s.w.t., janganlah kita merasa sempit jika terjatuh dalam dosa. Tetapi, keluasan rahmat Allah ini janganlah sampai kita pula mengambil mudah dengan menjerumuskan diri ke dalam dosa. Tidak. Sepatutnya tidaklah begitu.
Jaga dan berwaspadalah daripada dosa dan kemaksiatan kerana ia dapat membinasakan kita. Sebab itu, bila terjatuh dan terjerumus dalam dosa, cepat-cepatlah kembali kepada Allah s.w.t.
Jatuh lagi, bangun lagi dan kembalilah.
Jatuh lagi? Bangun dan kembalilah. Allah tidak pernah jemu menerima kita sehingga kitalah yang jemu dan malu untuk berbuat dosa dan mengulang-ulang seperti itu.
Bangunlah kerana di hadapan ada Allah yang sedia menyambutmu.
dipetik dari website langit ilahi. :)
Wednesday, 30 October 2013
SENTUH (Lawatan ke Sekolah Tunas Bakti Taiping,Perak)
Assalamualaikum semua :)
Saya dan kwan2 saya yang comel dari Persatuan Sains Fizik Usm telah buat satu program khidmat masyarakat yang dinamakan SENTUH (singkatan daripada nama Sentuhan Kasih)..haa gitu.
SENTUH ni is more like berkhidmat to masyarakat dan program ni ialah program bersiri. meaning that ada pelbagai program yang akan dijalankan sepanjang satu sidang di bawah program Sentuh. Motifnya sangat simple,berkhidmat untuk masyarakat..hee
So,pada tarikh 19 Oktober 2013 hari sabtu,kitaorang decide utk melancarkan our first program iaitu Lawatan ke Sekolah Tunas Bakti Taiping....jeng jeng jeng
So masa kitaorg sampai tu, takdelah muncul geng2 budak jahat terus datang bawak kayu mcm dalam gambar di atas. oh heaven no. suasana baik macam sekolah biasa.. damai je siap ada bunyi burung pipit menyanyi lagi.
Their face rata2 sangat tipikal. semua botak dan kulit hitam manis gitu.
susah nak bezakan mana satu Abu,Ahmad,Ah Cheong,Ali,Muthu... (ni nama random actually) .
Sepanjang kami berada di situ,beberapa aktiviti telah kami luangkan bersama mereka.
They all memang pandai beri kerjasama. nakal tu biaselah. shin chan pun nakal.
one thing for sure is that i notice, they try to be as polite as they can. ada yang malu sangat sampai tak nak tatap mata I ni during ice breaking.
What i can see is that they are just normal people like us. cuma diaorang tersalah pilih jalan. Bagi mendekati golongan sebegini, kita perlu fikir positif pada diaorang dan melayan mereka dgn kasih sayang mcm awak bagi dekat gf awak tu. Diaorang sudah dicemuh dengan tanggapan negatif dari masyarakat luar.
Ada sesetengah drpda mereka sangat baik, pandai beri kerjasama dan ada jugak yang hensem. #eh
Good thing about them yang saya notice,ukhwah mereka sangaaaat lah kuat. tahap infiniti. oh why i said that,sebab mereka kongsi makan lolipop sama2. kongsi chewing gum sama2. puji kawan diaorang depan saya. how sweet utk lelaki sama lelaki =+=''
dan hampir semua kenal antara satu sama lain.
when i asked one of them, 'apa kenangan gembira korang dalam hidup ni?' . one of them said that 'to be here, friends with all these people'. nanges . I really understood that situation. Mesti kat luar tu, mereka dah lost hope. coming to this school is like giving them a second chance to start a new life. sebab saya tak berapa nak suka pergi sekolah kecik2 dulu. ahaha .
Yang sadis yang buat hati abang2 dan akak2 USM cair ni bila ada sesetengah yang nak ikut kami pulang ke USM ...hamboi,manja betul. Ada sesetengah yg berharap agar kami datang kembali. InsyaAllah. :)
Actually there is a lot of thing i want to write ,tapi akibat kekangan masa, 11 hari tamatnya program baru saya dapat tulis. itu pun dah tak seberapa fresh orange. one thing for sure is that they teach us a lot of things.
to be kind.
to not be judgemental.
to be patient (surely do).
to be positive.
to be grateful.
and
thank you for reading post saya yang tak berapa nak fresh apple juice ni. al maklumlah,dah tua.
yang baik dtg dari Dia yang Maha Esa, yang buruk segala dtg dari kekurangan diri saya.
Assalamualaikum. :)
Saya dan kwan2 saya yang comel dari Persatuan Sains Fizik Usm telah buat satu program khidmat masyarakat yang dinamakan SENTUH (singkatan daripada nama Sentuhan Kasih)..haa gitu.
SENTUH ni is more like berkhidmat to masyarakat dan program ni ialah program bersiri. meaning that ada pelbagai program yang akan dijalankan sepanjang satu sidang di bawah program Sentuh. Motifnya sangat simple,berkhidmat untuk masyarakat..hee
![]() |
| SENTUH - Menyentuh Naluri Insani |
So,pada tarikh 19 Oktober 2013 hari sabtu,kitaorang decide utk melancarkan our first program iaitu Lawatan ke Sekolah Tunas Bakti Taiping....jeng jeng jeng
So masa first time diaorang cakap lawatan ke 'SEKOLAH JUVANA' , i imagine
![]() |
| oh mai |
gilalah.
okbye.
tanpa melengahkan masa lagi,saya cerita jelah apa yang jadi sebenarnya. =+=
kitaorang pergi ke Taiping menaiki bas sekolah. Sweet gitu,macam trip sekolah pulak. Perjalanan ke sana pun sekejap je. Lebih kurang satu jam setengah. Dari USM Penang.
So masa kitaorg sampai tu, takdelah muncul geng2 budak jahat terus datang bawak kayu mcm dalam gambar di atas. oh heaven no. suasana baik macam sekolah biasa.. damai je siap ada bunyi burung pipit menyanyi lagi.
Their face rata2 sangat tipikal. semua botak dan kulit hitam manis gitu.
susah nak bezakan mana satu Abu,Ahmad,Ah Cheong,Ali,Muthu... (ni nama random actually) .
![]() |
| arrived safely |
![]() |
| fokus je semua |
![]() |
| from top left: our pengarah projek,Nick Farhan ; top right: our mc of the day.Elinda bottom left : pembaca doa , Aidid ; bottom right : YDP Persatuan Sains Fizik, Shafiq Maharidan |
Sepanjang kami berada di situ,beberapa aktiviti telah kami luangkan bersama mereka.
They all memang pandai beri kerjasama. nakal tu biaselah. shin chan pun nakal.
one thing for sure is that i notice, they try to be as polite as they can. ada yang malu sangat sampai tak nak tatap mata I ni during ice breaking.
What i can see is that they are just normal people like us. cuma diaorang tersalah pilih jalan. Bagi mendekati golongan sebegini, kita perlu fikir positif pada diaorang dan melayan mereka dgn kasih sayang mcm awak bagi dekat gf awak tu. Diaorang sudah dicemuh dengan tanggapan negatif dari masyarakat luar.
Ada sesetengah drpda mereka sangat baik, pandai beri kerjasama dan ada jugak yang hensem. #eh
![]() |
| sesi pencerahan fair and lovely. ihiks |
![]() |
| while waiting for them to arrive |
![]() |
| fasilitator. saya xada dalam ni. :P |
![]() |
| eh yang tudung biru tu. |
Good thing about them yang saya notice,ukhwah mereka sangaaaat lah kuat. tahap infiniti. oh why i said that,sebab mereka kongsi makan lolipop sama2. kongsi chewing gum sama2. puji kawan diaorang depan saya. how sweet utk lelaki sama lelaki =+=''
dan hampir semua kenal antara satu sama lain.
when i asked one of them, 'apa kenangan gembira korang dalam hidup ni?' . one of them said that 'to be here, friends with all these people'. nanges . I really understood that situation. Mesti kat luar tu, mereka dah lost hope. coming to this school is like giving them a second chance to start a new life. sebab saya tak berapa nak suka pergi sekolah kecik2 dulu. ahaha .
Yang sadis yang buat hati abang2 dan akak2 USM cair ni bila ada sesetengah yang nak ikut kami pulang ke USM ...hamboi,manja betul. Ada sesetengah yg berharap agar kami datang kembali. InsyaAllah. :)
Actually there is a lot of thing i want to write ,tapi akibat kekangan masa, 11 hari tamatnya program baru saya dapat tulis. itu pun dah tak seberapa fresh orange. one thing for sure is that they teach us a lot of things.
to be kind.
to not be judgemental.
to be patient (surely do).
to be positive.
to be grateful.
and
thank you for reading post saya yang tak berapa nak fresh apple juice ni. al maklumlah,dah tua.
yang baik dtg dari Dia yang Maha Esa, yang buruk segala dtg dari kekurangan diri saya.
Assalamualaikum. :)
Monday, 24 June 2013
Muslimahkah aku?
![]() |
| gambar hiasan.mohon scroll ke bawah laju-laju. |
Soalan Menarik
“Apakah aku layak digelar Muslimah?”
Ini bukan soalan yang saya reka. Soalan ini pernah ditanya kepada saya.
Soalan ini menarik perhatian. Konteks di sebalik soalan ini membuatkan saya fikir seolah-olah “Muslimah” itu satu level Iman 99 Petala Langit yang hanya golongan sehebat Pendekat Laut sahaja yang boleh capai. Seolah-olah hanya segelintir sahaja yang layak masuk “kelab” ini.
Allahua’lam. Ini hanya spekulasi saya sahaja. Soalan ini ada pencetusnya. Apakah pencetus itu? Saya ingin tahu dengan lebih lanjut.
Apa yang pasti ialah gelaran “Muslimah” itu sudah menjadi satu label yang menggambarkan seorang perempuan Muslim yang begitu hebat, sehinggakan ada antara Muslimah-Muslimah kita yang rasa “tidak layak” untuk digelar “Muslimah”.
Siapakah Muslimah?
Sedangkan apabila seorang perempuan berpegang teguh dengan Shahadah, maka dia bergelar Muslimah. Muslimah itu bukan diukur dengan panjang tuduh atau labuh jubahnya. Sama juga dengan lelaki. Dia tidak dipanggil Muslim kerana panjang pendek janggutnya.
This is a matter of how you see people.
Muslimah itu seorang yang berjihad menentang nafsunya hinggalah maut menjemput. Satu perjuangan dalaman yang tiada sesiapa pun yang dapat lihat, dengar, hidu, sentuh, atau rasa. Tetapi perjuangan dalaman itu ada.
Boleh Jadi…
Boleh jadi seorang Muslimah itu tidak bertudung, tetapi dia menangis kepada Allah meminta kekuatan untuk menyarung sehelai kain di kepalanya.
Boleh jadi seorang Muslimah itu mempunyai teman lelaki, tetapi setiap sentuhan bukan mahram umpama jilatan api neraka baginya.
Boleh jadi seorang Muslimah itu seorang yang tidak solat, tetapi setiap kali azan berkumandang hatinya merayu kepada badannya untuk berdiri di hadapan Allah.
Boleh jadi seorang Muslimah itu…(etc.)
Kelembutan Rasulullah
Teringat saya kisah seorang sahabat yang ketagih minum arak. Walaupun sudah berkali-kali ditangkap dan dihukum kerana meminum arak, dia tidak serik-serik lagi. Satu hari, dia ditangkap lagi. Apabila hukuman dijatuhkan, seorang sahabat yang lain memakinya. Apabila Rasulullah mendengar makiannya itu, Baginda bersuara, “Jangan memakinya! Apa yang aku tahu ialah dia mencintai Allah dan RasulNya.”
Sahabat yang minum arak itu tersentuh dengan kata-kata Rasulullah. Mana mungkin dia tidak tersentuh, setelah kekasih hati membela dirinya. Sejak hari itu, dia tidak minum arak lagi.
Ya, tidak dinafikan bahawa apa yang dilakukan olehnya itu salah di sisi agama. Tetapi itu tidak bermakna dia tidak beriman. Lemah iman, mungkin. Tetapi tidak bermakna dia tidak beriman.
Rasulullah sedia maklum dengan perjuangan para sahabatnya dalam melawan nafsu mereka.Instead of tolak mereka ke tepi, Baginda naikkan semangat mereka dan memberikan dorongan yang mereka perlukan untuk terus berjuang dan tidak mengaku kalah.
Beginilah Rasul kita.
“Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu.” (Surah Ali Imran: 159)
Konklusi
Muslimah itu ialah seorang perempuan Muslim.
------------>by Aiman Azlan (langit ilahi)
Thursday, 6 June 2013
Apabila Kita Mula Jatuh Cinta
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِه
"Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang mempunyai dua hati dalam rongga dadanya"[QS Al-Ahzab, 33:4]
Siapa ada pengalaman dalam bercinta dengan manusia, sila angkat tangan! Oh, nampaknya semua tangan hanya terletak dimouse, jadi, insya-Allah yang sedang membaca ini semuanya suci-suci belaka. Maksudnya, tak pernah bercinta. Walaupun bercinta dengan bercouple tu sebenarnya dua perkara yang berbeza, tapi bukan itu yang saya nak bahaskan sekarang ini.
"Akh, ana ada minat pada seorang perempuan ni, macam mana akh?""Ok-lah tu, ana pernah dengar ada orang report roomate dia minat pada lelaki, hah, itu yang jangan!"
"So, ana nak buat macam mana?"
"Pertama, antum kena tahu bahwa rasa yang antum dapat itu datang dari Allah atau syaitan.."
Dan lain-lain lagi... Saya pun dah tak ingat dah apa saya jawab.
Jatuh cinta?
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, kita cenderung untuk melihat pada dia. Walaupun tak dapat nak lihat wajah dia, dapat tengok surat atau bayang-bayang dorm dia pun jadilah.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, kita akan sangat peka terhadap orang yang bercerita dengan dia. Pantang terdengar, bukan betul pun kadang-kadang, wajah kita mula memerah. Hati mula berbunga-bunga. Inikan pula kalau ada orang yang bercerita tentang keindahan dan kecantikan dia, wah~ Lagilah kita terasa macam di kayangan. Padahal bukan ada apa-apa pun, baru mula jatuh cinta.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, setiap kali kita bangun pagi, kita akan tengok ke inbox mesej kita, takut-takut nanti ada mesej yang belum direply. Tiba-tiba ada 14 misscall! Lagilah kita rasa cuak sebab takut nanti dia akan marah dan tak mahu kawan dengan kita lagi.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, kita akan sentiasa memastikan penampilan kita adalah yang terbaik. Apa yang dia suka, kita akan pakai.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, ada yang sanggup habiskan RM10 semalam hanya sekadar mahu mendengar suara dia. Ada yang RM20, ada juga yang RM30 semalam. Hanya untuk mendengar suara. Kalau mahu berjumpa, RM200 seminggu itu bukan masalah.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, kita akan sentiasa mengingat pada dia. Nak makan teringat pada dia, nak tidur teringat pada dia, nak buat benda tak senonoh kita teringat pada dia. Pantang ada masa lapang sikit, mesti teringat pada dia.
Apabila kita mula jatuh cinta pada seseorang, macam-macamlah yang kita sanggup buat demi dia.
Ok, banyak dah, rasanya ada di antara kita yang boleh menyambung puisi (kalau boleh dipanggil puisi lah) di atas.
Cuma, persoalannya, bila kali pertama kita jatuh cinta pada Allah SWT? Soalan kedua, bila kali terakhir kita bercinta dengan Allah SWT? Atau kita ini jenis yang tidak pernah mengenali apa itu cinta?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, sekerap manakah kita cenderung untuk melihat pada kata-kata Dia. Walaupun tak dapat nak lihat wajah Dia, dapat membaca dan melantunkan ayat-ayat-Nya pun jadilah. Pernah tak?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, seberapa peka-kah kita terhadap orang yang bercerita dengan dia. Pantang terdengar, bukan betul pun kadang-kadang, wajah kita mula memerah. Hati mula berbunga-bunga. Inikan pula kalau ada orang yang bercerita tentang keindahan dan kecantikan Dia, wah~ Lagilah kita terasa macam di kayangan. Padahal bukan ada apa-apa pun, baru mula jatuh cinta. Pernah tak?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, setiap kali kita bangun pagi, kita akan tengok ke jam di handset takut-takut waktu tahajjud dah terlepas. Inikan pula waktu subuh pun dah terlepas! Kemudian kita rasa cuak sebab takut nanti Dia akan marah dan tak mahu menebarkan nikmatnya pada kita lagi. Pernah tak?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, kita akan sentiasa memastikan penampilan kita adalah yang terbaik. Apa yang dia suka, kita akan pakai. Dan yang paling utama kita akan jaga ialah kebersihan hati kerana Allah tidak melihat pada luaran, tetapi hati. Pernah tak?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, berapa ringgit yang kita sanggup habiskan dalam seminggu untuk mengingat Allah? Berapa ringgit yang kita sanggup habiskan dalam seminggu untuk membantu atau membuat kerja dakwah? RM1? RM2? Atau kita sanggup berhutang asalkan kerja dakwah berjalan?
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, berapa kali sehari kita akan mengingat pada Dia? Nak makan teringat pada Dia, nak tidur teringat pada Dia, nak buat kerja tak senonoh kita ingat pada Dia. Pantang ada masa lapang sikit, mesti teringat pada Dia.
Apabila kita mula jatuh cinta pada Allah, benarkah macam-macam yang kita sanggup buat demi Dia?
Pulangkan pada diri
Semua persoalan itu tanyakan pada diri kita masing-masing. Apapun jawapannya, pulangkan pada diri masing-masing. Keranajika cinta di hati kita masih bermasalah, macam mana kita mahu membetulkan masalah cinta dalam diri orang lain.
Cukuplah. Sudah terlalu ramai orang yang dunia lebih dicintai oleh mereka. Hawa nafsu menjadi panduan mereka. Hinggakan, hidup mereka umpama anjing. Mahukah kita diumpamakan seperti itu?
"Dan sekiranya Kami menghendaki nescaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (هَوَاهُ), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir."
[QS Al-A'raf, 7:176]
Atau kita mahu diumpamakan oleh Allah seperti haiwan ternak?
“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti haiwan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”
[QS Al-A’raf, 7:179]
Ataupun, kita mahu menjadi seperti ini,
“Seutama-utama orang yang mati syahid adalah orang-orang yang berperang di barisan yang paling pertama dengan tidak memalingkan wajah mereka sama sekali hingga terbunuh. Mereka itu akan berguling-guling di kamar-kamar utama di syurga. Rabb-mu tersenyum kepada mereka. Jika Rabb-mu tersenyum kepada seorang hamba di suatu tempat, maka tiada hisab (perhitungan) lagi atasnya.”
[HR Ahmad, Abu Ya’la dan Thabrani dari Abu Nu’aim bin Hammad]
Tepuk dada, tanyalah iman. Jika tiada iman, pergilah cari. Jangan tunggu. Hidayah perlu dicari, bukan dinanti. Kita ada hak untuk memilih apa tingkatan cinta untuk hati kita.
مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِه
"Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang mempunyai dua hati dalam rongga dadanya"[QS Al-Ahzab, 33:4]
![]() |
| Mana mungkin kita cintakan syurga, dalam masa yang sama kita cintakan neraka |
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka)? Dan janganlah mereka (menjadi) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras, dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik."
[QS Al-Hadid, 57:16]
Inilah Masanya..
thanks to mohamad khir johari di atas perkongsian entri yang sangat bermakna. :)
Assalamualaikum.
Subscribe to:
Posts (Atom)










.jpg)
